Sanggul dan Kebaya Untuk Kartini
Jangan heran jika kalian menemukan ada banyak orang memakai sanggul dan kebaya bagi perempuan dan memakai batik bagi laki-laki di media sosial ataupun disekitar kalian.
Atau sekarang kalian sedang memakainya juga. Berarti kalian tidak lupa dengan tradisi tersebut. Sebuah tradisi yang mengikuti gaya berpakaian Kartini zaman dulu, dengan sanggul dan kebayanya.
Apakah saya salah menyebutnya dengan tradisi ?
Menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tradisi adalah adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat.
Setiap tanggal 21 April sampai sekarang para perempuan masih memperingati hari Kartini dengan berpakaian layaknya Kartini zaman dulu. Jadi apa saya salah telah menyebutnya dengan sebuah tradisi.
Sebuah tradisi yang saya tidak tahu siapa yang memulainya, mungkin orang Belanda, mungkin juga bukan, siapa yang tahu karena saya tidak hidup di zamannya.
Hari Kartini tentunya bukan hanya sekedar sanggul dan kebaya untuk perempuan, bahkan lebih dari pada itu.
Hari dimana seorang perempuan yang bernama Kartini lahir untuk memperjuangkan emansipasi perempuan di Indonesia.
Dia juga disebut sebagai pahlawan bagi rakyat Indonesia meskipun tidak berperang langsung melawan penjajah seperti pahlawan lainnya.
Dia memiliki semangat untuk memperjuangkan dan meningkatkan derajat perempuan agar lebih baik dari segi pendidikan. Karena perempuan yang cerdas akan melahirkan anak yang cerdas pula. Kelak anak tersebutlah yang akan membawa perubahan untuk Indonesia kedepannya.
Bukan hanya memakai sanggul dan kebaya tapi tentang tujuan sebenarnya dari Kartini untuk para perempuan Indonesia.
Semoga dengan adanya peringatan Hari Kartini ini, kalian para perempuan dapat memaknai lebih dengan turut serta bergerak bersama para laki-laki untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Amuntai, 21 April 2016, Jam 18.00
Hari Kartini, Harinya para perempuan diseluruh Indonesia
